Wednesday, August 6, 2014

kehidupan akan foredi mencermikan akan kemurnian leluhur, begitu juga...





secara alami kebahagiaan jamu kuat juga merupakan pengoabatan yang....



begitupula dengan obat ejakulasi dini merupakan hal yangDi dalam Sahaja Yoga, diajarkan bahwa sistem tubuh halus dapat diseimbangkan melalui proses yang dikenal sebagai "pencerahan-diri". Di dalam berbagai kesempatan, ketika berbicara dalam bahasa Inggris, Shri Mataji Nirmala Devi (pendiri gerakan Sahaja Yoga) menggunakan istilah "self-realization" dalam memperkenalkan proses ini. Proses pencerahan-diri dijelaskan sebagai proses pembangkitan suatu energi yang tersimpan di dalam sistem tubuh fisik manusia. Di dalam Sahaja Yoga, energi ini lebih sering disebut dengan nama "Kundalini" (sanskrit: कुण्डलिनी) [10], meskipun Shri Mataji Nirmala Devi juga menekankan bahwa energi ini disebut dengan nama yang berbeda-beda di berbagai tradisi, seperti "Rūḥ"  (Arab, Persia: روح), "Dao" (Cina: 道), "Rainbow Serpent" (Aborigin Australia), dan lain sebagainya. Energi ini diyakini dalam sahaja yoga sebagai energi bersifat "keibuan" yang tersimpan di dalam tulang sakrum setiap manusia.

Menurut ajaran Sahaja Yoga, dalam proses pencerahan-diri, energi tersebut akan bangkit dari tulang sakrum dan naik ke atas melalui sistem syaraf tubuh, sampai menembus cakra yang berada di kepala bagian atas yang letaknya di sekitar daerah limbik di otak. Dikatakan dalam Sahaja Yoga bahwa ketika energi menembus cakra di kepala bagian atas, seseorang dapat merasakan "angin sejuk" atau sensasi aliran energi di atas kepala mereka dan/atau di atas telapak tangan[1]. Diajarkan juga bahwa dengan mengamati aliran angin dan sensasi aliran energi setelah proses pencerahan diri, seseorang dapat mendeteksi keseimbangan cakra dan nadi di dalam tubuh sehingga secara tidak langsung juga memungkinkan untuk pendeteksian dini penyakit-penyakit yang mungkin timbul karena ketidakseimbangan cakra dan nadi di dalam tubuh.Di dalam Sahaja Yoga, diajarkan bahwa sistem tubuh halus dapat diseimbangkan melalui proses yang dikenal sebagai "pencerahan-diri". Di dalam berbagai kesempatan, ketika berbicara dalam bahasa Inggris, Shri Mataji Nirmala Devi (pendiri gerakan Sahaja Yoga) menggunakan istilah "self-realization" dalam memperkenalkan proses ini. Proses pencerahan-diri dijelaskan sebagai proses pembangkitan suatu energi yang tersimpan di dalam sistem tubuh fisik manusia. Di dalam Sahaja Yoga, energi ini lebih sering disebut dengan nama "Kundalini" (sanskrit: कुण्डलिनी) [10], meskipun Shri Mataji Nirmala Devi juga menekankan bahwa energi ini disebut dengan nama yang berbeda-beda di berbagai tradisi, seperti "Rūḥ"  (Arab, Persia: روح), "Dao" (Cina: 道), "Rainbow Serpent" (Aborigin Australia), dan lain sebagainya. Energi ini diyakini dalam sahaja yoga sebagai energi bersifat "keibuan" yang tersimpan di dalam tulang sakrum setiap manusia.

Menurut ajaran Sahaja Yoga, dalam proses pencerahan-diri, energi tersebut akan bangkit dari tulang sakrum dan naik ke atas melalui sistem syaraf tubuh, sampai menembus cakra yang berada di kepala bagian atas yang letaknya di sekitar daerah limbik di otak. Dikatakan dalam Sahaja Yoga bahwa ketika energi menembus cakra di kepala bagian atas, seseorang dapat merasakan "angin sejuk" atau sensasi aliran energi di atas kepala mereka dan/atau di atas telapak tangan[1]. Diajarkan juga bahwa dengan mengamati aliran angin dan sensasi aliran energi setelah proses pencerahan diri, seseorang dapat mendeteksi keseimbangan cakra dan nadi di dalam tubuh sehingga secara tidak langsung juga memungkinkan untuk pendeteksian dini penyakit-penyakit yang mungkin timbul karena ketidakseimbangan cakra dan nadi di dalam tubuh.